Kepala Sekolah SMAN 2 Kei Kecil yang bernama ibu DomitillaTeniwut, S.Pd
atau yang
biasa di sapa Ibu Tilda,lahir di Langgur 02 Maret 1967 berasal dari keluarga yang berprofesi sebagai Guru. Beliau adalah anak ke 9 dari 9 bersaudara dan lahir
dengan latar belakang keluarga berpendidikan. Sejak kecil, ayahnya telah memiliki pemikiran yang kuat tentang beliau
yang memiliki jiwa seorang guru di dalam dirinya .
Namun seiring berjalannya waktu, ibu Tilda memiliki keinginan yang kuat untuk masuk dalam bidang perikanan. Tetapi, ayahnya yang tidak sependapat dengannya sehingga terdapat perbedaan pendapat pada saat beliau hendak melanjutkan studi di perguruan tinggi. Dengan dasar patuh dan taat pada perintah orang tua membuatnya untuk mengikuti keinginan sang ayah untuk melanjutkan studi pada bidang keguruan walaupun suara hatinya tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Ia berusaha untuk menjalankan keinginan ayahnya yang telah dianggap sebagai amanah dengan mencoba bersikap sabar. Ayah beliau merupakan tokoh
pendidikan di Maluku Tenggara yang telah almarhum sejak tahun 2007.
Beliau
kuliah di Universitas Pattimura Ambon Jurusan MIPA Program Studi Biologi. Setelah menyelesaikan sekolah
perguruan tinggi pada tahun
1992, beliau
tidak berminat untuk langsung terjun ke dalam profesi guru. Namun ingin melatih
kemampuannya dalam mengajar selama kurang lebih 1 tahun 6 bulan di Dobo
tepatnya di SMA Yos Sudarso. Setelah
beliau menyelesaikan latihan mengajarnya, beliau
kembali dan mengikuti tes guru dan akhirnya lulus. Dorongan dan motivasi dari
orang tua yang sangat penting sehingga membuatnya tetap bertahan.
Beliau pertama
kali di angkat menjadi guru pada tahun 1995-2000 di SMPN2 Kei Besar (DesaWatlar) saat itu
beliau menjabat sebagai Karus Kesiswaan sekaligus guru yang
mengajar hampir semua
mata pelajaran. Beliau merupakan
pribadi
pekerja keras dan pernah mengikuti OSN selama 3 tahun. Karna
kerja keras inilah,beliau pernah mengelilingi
Indonesia dan sempat
di NTT selama
1 bulan,namun belum mengunjungi Kalimantan.
Pada tahun 1998 beliau mengikuti
tes kepala sekolah dan lulus ,beliau juga pernah diminta untuk menjadi seorang kepala
sekolah di SMPN 2
Kei Besar namun beliau menolak tawaran tersebut. Dua tahun kemudian beliau dipindahkan ke SMA Negeri 1 Kei
Kecil, pertama kali beliau diangkat menjadi wali kelas di sekolah tersebut.
Selain menjadi wali kelas, beliau juga membimbing beberapa siswa untuk
mengikuti OSN Bidang Biologi di Pekanbaru.
Kemudian pada tahun 2005 beliau terpilih untuk ikut
ajang Guru Berprestasi. Beliau mengikuti guru berprestasi untuk tingkat
kabupaten dan lolos ke tingkat provinsi yang
berhasil meraih Juara 2 (saingan dengan
SMA Negeri 1 Ambon). Beliau mengikuti kegiatan-kegiatan nasional cukup banyak, Salah satunya di
Denpasar yaitu Testing Study, beliau juga mengunjungi Ibu Kota Negara Indonesia
, kemudian di Yogyakarta dan hampir seluruh seluk beluk Indonesia.
Setelah mengikuti berbagai
kegiatan-kegiatan berprestasi lainnya, beliau kembali melanjtukan misinya yaitu
membimbing siswa-siswi berdasarkan kemampuan yang dimilikinya khusus dalam
bidang biologi . Kemudian beliau kembali ke Maluku tenggara dan
mengajar di SMAN1 Kei Kecil, sekolah satu-satunya yang
selalu menghasilkan
siswa-siswa berprestasi di bidang biologi. Hasil bimbingannya menempatkan
siswa-siswi berhasil lolos berkompetisi melalui OSN Biologi hingga ke tingkat
nasional. Sehingga begitu banyak penghargaan yang dimiliki SMAN 1 Kei Kecil diperoleh
dari hasil jerih juang Ibu Domitilla Teniwut, seorang guru yang sangat luar
biasa.
Setelah
beliau menjabat sebagai Wali Kelas, beberapa selang waktu kemudian beliau di angkat menjadi Wakasek dari tahun 2007-2011 sekitar 8
tahun lamanya. Hingga
beliau dimutasikan dan diangkat menjadi seorang pimpinan di sekolah di SMAN 2
kei kecil
yang sebenarnya beberapa tahun yang lalu
beliau menolak jabatan tersebut. Awalnya, beliau tidak begitu tertarik karena
rasa simpati dan kenyamanan di SMAN1 Kei Kecil yang beliau peroleh dari latar
belakang guru dan siswa-siswi. Namun inilah kenyataannya, beliau tetap harus
menjalani keputusan tersebut karena menurutnya ini adalah suatu tantangan.
Setelah
menjabat Kepala Sekolah di SMAN2 Kei Kecil menggantikan Bpk.Z.Songopnuan,
beliau pun diangkat menjadi Kepala MKKS SMA di Kabupaten Maluku Tenggara.
Beliau masuk ke SMAN 2
Kei Kecil memberi warna yang baru, banyak program baru yang ia jalankan. Salah
satunya, kegiatan Renungan Suci Memperingati Hari Kemerdekaan yang merupakan
kegiatan yang pertamaa dilakukan di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Dan masih banyak lagi perubahan-perubahan yang memberi dampak positif bagi
sekolah.
Setelah
berbagai pengalaman hidup yang diperoleh, beliau memperoleh sebuah defenisi
tentang Guru bahwa Guru adalah seorang pahlawan yang sangat berjasa dimana
mencurahkan semua ilmu pengetahuan yang didapatkan untuk diberikan kepada
bangsa dan negara. Beliau mengharapkan agar siswa-siswi sekarang sebagai
generasi penerus bangsa dan negara, agar terus menerapkan motto “Terus belajar
dan bekerja keras”.
Semasa
hidupnya, beliau selalu terfokus kepada pendidikan sehingga untuk meluangkan
waktunya dalam menjalani masa muda pun beliau tidak memperolehnya.Dan saat
ini beliau telah berkeluarga
Suami dari Ibu Domitilla teniwut
bernama Drs.Theodorus.Rahail adalah seorang anggota POLRI bertugas di POLDA
MALUKU , yang pada awalnya bertugas
di POLDA JABAR. Beliau memiliki 2 orang anak,
Rafael Rahail dan Mikhael Rahail.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar